Cerita Lucu (Konyol Version)

Posted: Agustus 6, 2011 in Uncategorized

Ho.. oh
Seorang turis dari amerika sampai disebuah jalan di jakarta bertanya kepada tukang rokok yg sdg melayani penjual “apa ini jalan sudirman?” dijawab “ho..oh !”, bingung dengan jawabannya dia bertanya lagi kepada polisi yg sedang mengatur lalulintas “apa ini jalan sudirman ?” dijawab oleh polisi “betul !”. Karena bingung mendapat jawaban yg berbeda akhirnya dia bertanya kepada seorang pemuda yg melintas yg kebetulan mengenakan dasi, “apa ini jalan sudirman ?”, dijawab oleh pemuda itu “Benar !”
semakin bingung mendapat 3 jawaban yg berbeda, lalu dia tanya mengapa waktu tanya tukang rokok dijawab “Ho..oh !” lalu tanya polisi dijawab “betul !” sekarang kamu jawab “benar!”. Si pemuda tertegun sejenak lalu dia berkata ” oooh begni.. kalau anda bertanya kepada orang yg tamat SD maka jawabannya adalah Ho..oh ! , kalau bertanya kpd tamatan SMA maka jawabannya adalah betul! sedangkan kalau bertanya kepada tamatan universitas maka jawabannya adalah benar !.
Si bule mengangguk dan akhirnya bertanya jadi anda ini adalah seorang sarjana?, si pemuda dengan spontan menjawab HO…OH !

‘Mesra’
Sepasang kakek-nenek datang kerestoran Mc Donald dengan saling menuntun. Mereka duduk disebuah bangku panjang berdua, disampingku. Si kakek segera berdiri dan memesan makanan, sebuah hamburger, seporsi kentang goreng dan segelas minuman. Setelah itu kembali duduk, membagi hamburger jadi 2 bagian, menghitung kentang goreng dengan cermat dan membagi adil dengan si nenek, kemudian mengambil dua sedotan, menaruh gelas minuman tepat ditengah meja.
Aku memperhatikan tingkah sepasang kakek-nenek itu dengan salut & kagum, pikirku… “Wah sudah tua-tua begitu masih bisa saling berbagi & mengasihi…. sungguh patut dijadikan contoh…” Si kakek kemudian mulai makan bagiannya, sementara si nenek hanya memperhatikan. Akupun merasa kasian, akhirnya mendekat sembari menyodorkan kentangku yang Super Size dan berkata: “Kek ambillah ini…” Si Kakek jawab: “Tidak usyah terima kasih..kami selalu berbagi makanan yang sama”.
Sampai si kakek selesai makan, mengelap mulut dengan tissue, si nenek masih saja menunggu tanpa menyentuh makanan bagiannya. Akupun mendekat lagi, kali ini berkata: “Nek, boleh saya belikan makanan yang lain, mungkin nenek tidak suka yang ini?” Si Nenek jawab: “Tidak terimakasih..” Lalu Aku bertanya lagi, “Kalau begitu kenapa makanannya tidak dimakan, katanya kalian suka berbagi?”
Kata si Nenek, “SAYA SEDANG MENUNGGU GIGI… GANTIAN SAMA KAKEK!!”

‘Rampok’
Mengira rumah sedang kosong, seorang pencuri masuk ke dalam. Ternyata di dalam kamar ada pasangan suami istri pemilik rumah itu.
“Siapa namamu?” ujar pencuri sambil mengancam si wanita. “E-E-Elizabeth,” ujarnya.
“Ini hari keberuntunganmu,” katanya. “Saya tidak bisa menembak orang yang bernama Elizabeth karena itu adalah nama ibu saya tersayang.” Dia menoleh ke arah sang suami, ” Siapa namamu?”
“Nama saya Harry,” ujar si pria. “Tapi orang memanggil saya Elizabeth.”

‘Ular Berbisa’
Dua ekor ular sedang menelusuri sawah mencari mangsa. Tiba-tiba ular pertama bertanya pada temannya.
Ular 1: “Kita ini jenis ular yang berbisa nggak sih?”
Ular 2: “Entahlah, aku tak tahu. Emangnya kenapa?”
Ular 1: “Barusan aku tak sengaja menggigit bibirku ….”

‘Bahasa asing’
Nenek tikus pergi jalan-jalan membawa kedua cucu tikusnya. tiba-tiba ia melihat seekor kucing sedang berjalan menghampirinya. dengan cepat ia menarik kedua cucunya dan bersembunyi di balik rumput-rumputan yang tebal. sang kucing tidak melihat mereka dan tetap melangkah ke arah persembunyian mereka. Dengan kerasnya si nenek tikus beteriak “guk,,,, guk,,,, guk,,,,” sang kucing berhenti sejenak untuk mendengarkan. kembali si nenek tikus berteriak ,”guk,,, guk,,, guk,,, GUK,,,,!!!!!!”
Sang kucing akhirnya perlahan lahan berjalan menjauhi tempat persembunyian mereka. dengan bangganya sang nenek tikus berkata kepada kedua cucunya,”kalian lihat cucu-cucuku,,, adalah sangat berguna jika kita bisa menguasai bahasa asing,,,”

‘PENJAGA REL KERETA API’
Sarjo melamar pekerjaan sebagai penjaga lintasan kereta api. Dia diantar menghadap Pak Banu, kepala bagian, untuk test wawancara.
“Seandainya ada dua kereta api berpapasan pada jalur yang sama, apa yang akan kamu lakukan?”, tanya Pak Banu, ingin mengetahui seberapa cekatan Sarjo.
“Saya akan pindahkan salah satu kereta ke jalur yang lain,” jawab Sarjo dengan yakin.
“Kalau handle untuk mengalihkan rel-nya rusak, apa yang akan kamu lakukan?”, tanya Pak Banu lagi.
“Saya akan turun ke rel dan membelokkan relnya secara manual.”
“Kalau macet atau alatnya rusak bagaimana?”
“Saya akan balik ke pos dan menelpon stasiun terdekat.”
“Kalau telponnya lagi dipakai?”
“Saya akan lari ke telpon umum terdekat?”
“Kalau rusak?”
“Saya akan pulang menjemput kakek saya.”
“LHO?”, tanya Pak Banu heran dengan jawaban Sarjo.
“Karena seumur hidupnya yang sudah 73 tahun, kakek saya belum pernah melihat kereta api tabrakan…”

‘Musim Dingin’
waktu itu musim gugur, seorang suku indian pada daerah terpencil bertanya pada kepala suku mereka yang baru. “wala-wala chimo-ela suma totangka obuawachi?” yang artinya, “kepala suku, apakah musim dingin kali ini akan sangat dingin atau seperti biasanya?” karena kepala suku ini sudah modern, dia tidak pernah belajar meramal cuaca dengan cara2 kuno lagi. ketika melihat ke atas, ia tidak dapat mengatakan bagaimana nantinya keadaan cuaca. meskipun begitu, supaya aman, ia mengatakan bahwa musim dingin nantinya akan terasa dingin, sehingga ia menyuruh warganya untuk mengumpulkan kayu bakar untuk persiapan musim dingin.
Namun setelah beberapa hari, muncul idenya untuk menelepon Layanan Perkiraan Cuaca, dan menanyakan, “apa musim dingin kali ini akan sangat dingin atau tidak?” “kelihatannya musim dingin kali ini akan sangat dingin,” kata petugas di Layanan Perkiraan Cuaca tersebut. kemudian kepala suku kembali dan menyuruh warganya untuk mengumpulkan kayu lebih banyak lagi untuk persiapan.
Seminggu kemudian dia menelepon kembali Layanan Perkiraan Cuaca. “apa musim dingin kali ini akan sangat dingin?” “ya,” jawab orang di Layanan Perkiraan Cuaca tersebut, “musim dingin kali ini akan sangaaat dingin!” kepala suku kembali dan menyuruh warganya untuk mengumpulkan semua kayu dan ranting pohon yang mereka temukan.
Dua minggu kemudian dia menelepon kembali dan bertanya, “apa anda yakin bahwa musim dingin kali ini akan sangat dingin?” “pasti,” jawab orang di Layanan Perkiraan Cuaca tersebut, “kelihatannya akan jadi musim dingin yang paling dingin yang pernah ada.” “kenapa anda begitu yakin?” tanya kepala suku. pria itu menjawab, “karena para suku indian sedang mengumpulkan kayu bakar dalam jumlah yang gila-gilaan!”

‘Pelupa berat’
Seperti biasanya, andi yang duduk di kelas 5 SD minta izin kepada ayahnya untuk pergi ke sekolah. “pak, saya ke sekolah dulu ya?” kata andi. “iya, berangkat sana! jangan ada yang lupa! eh,,, celana kamu mana? kenapa nggak dipakai?” tanya bapaknya. “oh iya! pak, saya lupa pakai celana…” kata andi. “dasar pelupa!” kata bapaknya marah-marah.
Keesokan harinya andi mau berangkat ke sekolah, seperti biasa ia minta izin. “pak, saya mau ke sekolah dan hari ini sudah tidak ada lagi yang ketinggalan,” kata andi. “yakin? lalu buku gambarmu mana?” kata bapaknya mengingatkan. “oh iya! saya lupa pak!” kata andi. “kamu ini! masih kecil saja sudah pikun, bagaimana kalau gede nanti?” kata bapaknya sewot.
Keesokan harinya andi minta izin lagi pada bapaknya. “pak, hari ini saya mau berangkat ke sekolah dan semuanya sudah komplit, mulai seragam sekolah, tas, sepatu, buku gambar dan penggaris semuanya udah oke pak… tidak ada yang lupa lagi…” kata andi dengan nada yakin dan penuh percaya diri. Tiba-tiba “PLAKK!!!” Andi dipukul oleh bapaknya dari belakang. “dasar pelupa! ini hari minggu tahu!”

‘Ya Gitu Dech’
Karena asik memotret sunset dan mengeksplorasi wilayah yang baru pertama kali dia kunjungi, seorang travel photografer baru menyadari bahwa dia sudah tersesat dan ditinggal oleh rombongannya. Dan tanpa disangka-sangka, hujan badai turun!, Spontan fotografer itu bete abis… udah tersesat, gelap, ujan pula…
Tapi akhirnya timbul harapan… Di ujung jalan dia melihat lampu mobil perlahan-lahan mendekat. Tidak mau kehilangan kesempatan, dia melambaikan tangannya untuk meminta tumpangan.
Ketika mobil tersebut mendekat, tanpa mau membuang waktu, sang fotografer langsung naik ke mobil, duduk dan kaget!!! Karena dia baru menyadari bahwa mobil tersebut tidak ada yang mengemudikan.
Tapi daripada bete, fotografer tersebut tetap bertahan berada di dalam mobil, sambil berdoa (menurut agamanya masing-masing).
Dalam perjalanan di dalam mobil yang berjalan dengan pelan sekali, ketika mobil sepertinya akan menabrak pohon atau jatuh ke jurang, tiba-tiba muncul sebuah tangan dan mengendalikan setir agar mobil tidak menabrak atau jatuh. dan hal tersebut terus terjadi berulang kali.
Akhirnya, ketika mobil mendekati sebuah warung kopi, fotografer tersebut buru2 turun dan memesan secangkir kopi (gak mahal kayak yang di setiabudi building, kopi mahal, he6x). Sambil menangis terisak-isak, fotografer tersebut menceritakan kejadian seram yang baru saja dia alami.
Setelah selesai bercerita, fotografer tersebut akhirnya pingsan kelelahan dan juga karena menahan rasa takut.
Mendadak, dua orang berpakaian kotor dan basah kuyup masuk ke dalam warung kopi dan melihat sang fotografer yang sedang pingsan. Spontan salah satu dari mereka berkata, “Itu dia kampret yang numpang di mobil yang lagi kita dorong!”

‘Obrolan santai’
Seorang mahasiswa sedang asyik berbicara dengan seorang pengemis tua di depan kampus UI
Mahasiswa : “Sudah lama mengemis di sini pak?”
Pengemis : “Ya… lebih kurang sudah 8 tahun , nak..”
Mahasiswa : Wah, sudah lama juga ya pak.. sehari biasanya dapat berapa pak?”
Pengemis : “Paling sedikit rp 30.000 nak …”
Mahasiswa : Banyak juga ya pak”.
Pengemis : “yaa untuk makan keluarga di rumah nak…”
Mahasiswa : “Ehhhh…keluarga ada di mana?”
Pengemis : “Anak saya semuanya ada 3 orang, yang pertama ada di Universitas borobudur di kalimalang, yang kedua ada di Universitas UKI di cawang dan yang ketiga di Universitas Tri sakti digrogol…”
Mahasiswa : “Waaahhh, hebat-hebat keluarga bapak ya…salut saya sama bapak bisa melanjudkan sekolah anak sampai perguruan tinggi.. Eh..Anak bapak itu semuanya masih kuliah?”
Pengemis : “yaaa tidaklah nak….semuanya mengemis seperti saya…”

‘Kisah si Alfred’
Adalah seorang pekerja Inggris yang sedang bekerja di lantai 13 sebuah gedung. Tiba-tiba seorang berteriak-teriak, “Alfred.. Alfred… anak perempuanmu Rossie mati krn kecelakaan… Alfred…!”
Karena panik, orang ini langsung loncat lewat jendela … dari lantai 13.
Ketika dia hampir mendekati lantai 9, dia baru ingat bahwa dia tidak punya anak perempuan bernama Rossie, setelah dia hampir mendekati lantai 5, dia baru sadar bahwa dia belum menikah.. apalagi punya anak. Dan ketika dia hampir menyentuh tanah.. dia baru sadar bahwa namanya bukanlah Alfred..

‘Menggantikan posisi’
Jack, asisten kepercayaan gubernur, telah meninggal dunia. Gubernur sangat sayang dan bergantung kepada jack, jack adalah tempat meminta nasihat untuk segala permasalahannya, mulai dari soal menghadapi para demonstran sampai ke soal memilih baju. dapat dikatakan bahwa jack adalah sahabat terdekat gubernur.
Karena itu, dapat dipahami mengapa gubernur tidak terlalu menanggapi ambisi dari para perkerja di kantornya yang ingin menggantikan posisi jack. “dasar tak tahu diri! mereka bahkan tidak punya kesabaran menunggu sampai jenazah jack dikuburkan!” gerutu gubernur.
Di pemakaman, salah seorang pekerja gubernur yang sangat rajin berjalan mendampinginya. “bapak gubernur,” kata pria itu membuka percakapan untuk memanfaatkan kesempatan yang ada, “apakah ada kesempatan bagi saya untuk menggantikan posisi jack?” “tentu saja,” jawab gubernur, itu. “tapi kamu sebaiknya cepat2 pergi ke sana. aku lihat petugas pemakaman akan segera menurunkan petinya.”

‘Sepatoe Boeaya’
Seorang perempuan ingin memiliki sebuah sepatu dari kulit buaya. Diapun pergi ke toko sepatu dan kecewa karena mahalnya.
“Mahal amat sih,” tanya si perempuan
“Kalau ingin murah ya menangkap buaya sendiri saja sana”, ketus si pemilik toko.
Terinspirasi oleh perkataan si pemilik toko, perempuan tersebut pergi ke sungai besar di daerah situ sambil membawa senjata api. Beberapa saat kemudian si pemilik toko datang dan terkagum-kagum melihat tiga ekor buaya mati ditumpuk di pinggir sungai. Sementara itu si perempuan terlihat di tengah sungai sedang membidikkan senjatanya ke seekor buaya lainnya.
Suara tembakan terdengar, kemudian si perempuan menyeret buaya ke-empat ke pinggir sungai dan kemudian menyumpah , “Sialan..!! Yang ini juga nggak pakai sepatu..!.”

‘Guru Lupa’
seorang murid ingin bertanya tentang soal yang tidak ia ketahui
murid : pak saya mau bertanya sesuatu?
guru : ada apa? apa yang mau kamu tanya?
murid : bandung lautan api terjadinya kapan ?
si guru ternyata lupa. tapi kalau tidak dijawab ia bisa malu.
guru : memang kamu tidak tau?
murid : makanya saya tanya bapak!?!
guru : dengan lantang guru menjawab “rumah tetangga saya kebakaran saja saya lupa apalagi bandung yang jauh disana”
murid : “&*%#* ”

‘SUDAH NYAMPAI BAYUWANGI’
Suatu hari, seorang ibu mengantar anaknya yang baru berusia 7 tahun, naik bis jurusan Surabaya-Denpasar. Ibu berpesan pada pak supir,” Pak, titip anak saya ya? Nanti kalo sampe di Banyuwangi, tolong kasih tau anak saya.” Sepanjang perjalanan, si anak cerewet sekali. Sebentar-sebentar ia bertanya pada penumpang,” Udah sampe Banyuwangi belom?” Hari mulai malam dan anak itu masih terus bertanya-tanya. Penumpang yang satu menjawab,” Belom, nanti kalo sampe dibangunin deh! Tidur aja!” Tapi si anak tidak mau diam, dia maju ke depan dan bertanya pada supir untuk kesekian kalinya,” Pak, cudah campe Banyuwangi belom?” Pak Supir yang sudah lelah dengan pertanyaan itu menjawab,” Belom! Tidur aja deh! Nanti kalo sampe Banyuwangi pasti dibangunin!”

Kali ini, si anak tidak bertanya lagi, ia tertidur pulas sekali. Karena suara si anak tidak terdengar lagi, semua orang di dalam bis lupa pada si anak, sehingga ketika melewati Banyuwangi, tidak ada yang membangunkannya. Bahkan sampa menyeberangi selat Bali dan sudah mendarat di Ketapang,Bali, si anak tertidur dan tidak bangun-bangun. Tersadarlah si supir bahwa ia lupa membangunkan si anak. Lalu ia bertanya pada para penumpang,” Bapak-ibu, gimana nih, kita anter balik gak anak ini?” Para penumpang pun merasa bersalah karena ikut melupakan si anak dan setuju mengantar si anak kembali ke Banyuwangi.

Maka kembalilah rombongan bis itu menyeberangi Selat Bali dan mengantar si anak ke Banyuwangi. Sesampai di Banyuwangi, si anak dibangunkan. “Nak! Udah sampe Banyuwangi! Ayo bangun!” Kata si supir. Si anak bangun dan berkata,” O udah syampe yah !” Lalu membuka tasnya dan mengeluarkan kotak makanannya. Seluruh penumpang bingung. “Bukannya kamu mau turun di Banyuwangi?” Tanya si supir kebingungan. “Nggak, saya ini mau ke Denpasar ngunjungin nenek. kata mama, kalo udah sampe Banyuwangi, saya boleh makan nasi kotaknya!”.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s